Sudah hampir satu minggu, Andine belum juga sadarkan diri dari koma nya. Hal itu semakin membuat rasa bersalah dihati Mario bertambah, ia tidak tega melihat Andine terbaring koma dalam keadaan tengah mengandung. Semua ini salah Mario, salah Mario! "Kapan kamu bangun hem?" tanya Mario. Tangannya meraih tangan Andine, dan mengecupnya dengan mesra. Bahkan sejak Andine dinyatakan koma, Mario sering sekali berkunjung di rumah sakit, meskipun kehadirannya di tolak mentah-mentah oleh Rival. Tapi, Mario tetaplah Mario yang keras kepala, sehingga Rival mengizinkannya meskipun dengan sangat terpaksa. Tak hanya itu, sejak Andine koma, Mario selalu mengganti panggilan sebelumnya menjadi, panggilan aku-kamu lagi. "Kamu tidak bosan? Tidur terus?" "Andine, aku minta maaf. Entah sudah berapa kali a

