Chapter 114

1503 Kata

Sore menjelang malam. Keyla, Mama Mayang dan Prisa keluar dari pusat perbelanjaan. Membawa paper bag dan beberapa kantong kresek berisikan barang-barang yang dibeli, mereka memasukkan ke bagasi mobil. Kali ini tidak ada sopir menemani mereka. Melainkan Prisa yang biasa menyetir untuk mengantar sang mama. Melintasi jalanan ibu kota yang padat merayap membuat ketiganya merasa bosan. Mereka mengibas-ngibaskan tangan saat berada di tengah-tengah kemacetan. "Macet sumpah hari ini lebih parah dari pada biasanya," ucap Prisa menghela napas kemudian menghembuskan hingga kedua pipinya mengembung. Cubi. "Jadi ke butik langganan mama nggak, Ma?" tanyanya. Melihat ke belakang melalui kaca spion tengah. "Boleh, tapi ... kayaknya jalan menuju ke sana lagi macet banget deh. Apa sebaiknya nggak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN