Pukul 02 : 30 dini hari mata Keyla sama sekali belum bisa terpejam. Perasaannya terus memikirkan hal-hal yang tidak enak mengenai Dewa. Kini belum juga menampakkan batang hidungnya. Setiap lima menit satu kali Keyla berjalan ke arah jendela untuk membuka tirai berwarna putih. Melihat ke bawah pagar ternyata keadaan di bawah sana masih tampak sepi. Ada pun suara mobil ternyata itu adalah milik tetangga sebelah rumah. Raut wajah dipenuhi kekecewaan menyertai Keyla. Berjalan dengan kaki telanjang untuk masuk ke kamar. Duduk di tepi ranjang terus saja menatap jam persegi empat yang menyala di atas nakas. Ponsel pintar berwarna silver tak lepas dari genggamannya. Terus saja mencoba menghubungi suaminya. Akan tetapi sejak pagi tadi Dewa sama sekali tak memberi kabar, hilang bak di telan bu

