Seminggu sudah berlalu, saat itu juga Dewa tidak pulang ke rumah. Lelaki itu memilih untuk menginap dan menjalani hari-harinya di hotel. Setumpuk pekerjaan dibantu oleh para stafnya, ia begitu serius. Walau sebenarnya merasakan pening di kepala yang sengaja diabaikan karena kini sedang lembur pekerjaan dalam ruangan sederhana dan sepi itu. Meskipun istrinya itu masih diam dan tidak mau bicara dengannya semua itu tidak membuat Dewa bermasalah. Ia segera meletakkan ponselnya lagi saat Keyla mengirimkan sebuah chat ia enggan menjawab. Mungkin Dewa butuh waktu. Dan mungkin juga istrinya itu masih marah atas kejadian beberapa waktu lalu. Dengan wajah lesu memasuki kamar hotel miliknya. Tanpa senyuman, tidak ada sambutan seperti yang sudah-sudah. Memang benar semua kebutuhannya di tempat in

