Dewa menyeret kakinya menuruni mobil yang telah mengantarkan dirinya berputar-putar hampir menyesuri seluruh jalanan ibu kota. Dengan terseok lelah badan dan juga pikiran, lelaki itu memasuki rumah. Dengan penampilan lusuh tiga kancing kemeja bagian atas terbuka. Rambutnya tergerai lelaki itu melihat ke arah arloji keluaran brand ternama di pergelangan tangannya. Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Dewa menyampirkan jas di pundak terlihat berantakan itu melihat ke samping kanan dan kiri sambil berjalan menaikki tangga menuju kamar. Suasana rumah sudah sepi tampaknya mama Mayang dan juga Prisa sudah tertidur. Tidak inging membangunkan mereka ia lansung berjalan lurus ke kamar. Lelaki itu menarik hadle pintu dengan tubuh tidak tegap. Matanya sayu menahan kantuk karena lelah kini

