Jakarta. Sejak malam Teresa merasa gelisah. Saat matanya terbayang-bayang oleh nasi pecel buatan warung langganannya sewaktu remaja dulu. Sebuah lokasi yang terletak di kawasan Jakarta Selatan. Dipertigaan jalan sebelum pasar dan Sekolah Menengah Atas tempat ia menimba ilmu dulu. Semalaman Teresa sudah mencoba tidak menganggap begitu berarti. Karena mengingat di sampingnya tidak ada Elang atau pun mang Joko. Namun, bayangan sayur-sayuran hijau disiram bumbu kacang kental ditambah rempeyek di atasnya. Teresa menutup wajahnya sendiri dengan bantal. Sampai ia tak sanggup lagi menahan keinginannya. "Mbak ...." teriaknya di pagi hari langsung beranjak dari tempat tidur. Membuka pintu dengan cepat. "Ada apa Non?" Mbak Rina yang sedang memegang botol s**u untuk Aray tiba-tiba terkejut.

