Chapter 84

1603 Kata

Kota Surabaya Di dalam kamar hotel yang didominasi warna abu-abu dan putih, Elang sedang duduk di sofa berukuran lebar. Dalam keadaan terlentang menatap langit-langit kamar sesekali menghembuskan napas panjang. Sedangkan Mahendra dan Indra berbaring melepaskan penat setelah tiba dari Jakarta. "Hen, apa lo percaya semua yang dikatakan Nia?" Suara Elang memecah keheningan di kamar hotel begitu luas. Tidak mendapat jawaban, Elang menaikkan sebelah alisnya sedikit mengangkat kepalanya untuk melihat ke arah kedua sahabatnya yang bergeming, tampa suara. "Kenapa kalian diam aja?" Elang beranjak, sebab kedua teman sekaligus orang bayarannya itu tidak bergerak. Dengan posisi sama-sama terlungkup wajah menghadap samping. Elang menggeleng tidak habis pikir. Bagaimana bisa kedua orang ini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN