Dia lebih penting dari segalanya di dunia ini. Dari balik kepala Teresa sambil mengecup tanpa sepengetahuan istrinya, mata Elang berkaca-kaca. Nyatanya melihat istrinya menangis ia pun turut menangis. Namun, kehilangan dia yang belum terlahir bukanlah segalanya. Mungkin ada hikmah besar di balik semua ini. Atau mungkin mereka garis kan untuk lebih fokus menjaga Aray yang sangat masih manja dan manja-manjanya. Detik jarum jam terus saja memutar melewati angka setiap angka sehingga tak terasa hampir satu jam mereka dalam posisi seperti itu. Elang merasakan napas Teresa teratur tidak seperti sebelumnya yang naik turun karena tangis. Elang menundukkan kepala untuk menatap wajah istrinya yang putih dan bersih meskipun tanpa riasan. Hanya saja terlihat pucat, tapi itu sama sekali tidak

