Siapa yang salah maka harus dihukum. Setelah Bunda Rima, Teresa dan juga Kinan menceritakan kronologis kejadian yang menimpa Teresa, Elang sama sekali tidak berbicara satu patah kata pun. Wajah lelaki itu sangat tidak bersahabat, bahkan Tere saja di belakannya tidak berani mengajak bicara setelah beberapa saat terdiam. Kedua tangannya mengepal hingga buku-buku di punggung tangannya terpampang nyata, putih. “Kamu memang berhak marah, Lang. Apa lagi ini menyangkut nyawa seorang anak, yang seharusnya terlahir ke dunia ini. Tapi ingat, jangan berlebihan. Biarkan hukum berlaku pada mereka, jangan main hakim sendiri,” ucap Bunda Rima. Kinan yang berada di belangannya ikut mengangguk membenarkan. Terduduk di kursi Elang masih bergeming pandangannya lurus ke objek lain, menatapanya itu seolah

