Chapter 93

1815 Kata

Luka Lebam. Langkah lebar mengiringi Elang saat keluar dari ruangan Dewa. Sedangkan Awan berjalan mengikuti di belakang. Setelah dari kantor Dewa, Elang lansung di antar oleh Awan ke rumah sebab di tengah emosinya yang masih membara lebih baik diredam dulu. Awan takut jika di bawa ke rumah sakit, Elang justru meluapkan emosi kepada Teresa atau pun benda-benda di sana. tidak akan ada yang bisa melerai jika Elang sudah seperti itu. Prang ….. Benar saja apa yang dipikirkan oleh Awan, bahwa Elang akan melampiaskan kekesalannya pada sesuatu. Kini Awan hanya bisa berdiri di ambang pintu melihat Elang sedang berkacak pinggang setelah menendang guci di sebelah jendela kamarnya. Penganiayaan dengan hukuman penjara selama-lamanya dua tahun delapan bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN