Bab 29

1373 Kata

Bukti-bukti yang Renaldi gelar barusan masih berserakan di atas meja. Zane duduk dekat Perl, tubuhnya condong sedikit ke depan. Perl meletakkan tangan di punggungnya, memberi tekanan lembut. Rendi berdiri, kedua tangannya bertolak pinggang. Ia berusaha mengatur emosi, tapi rahangnya terus mengencang. "Aku… lanjut." Rendi menoleh cepat. "Masih punya yang lebih gila dari tadi?" "Rendi." Perl mengingatkan tanpa mengalihkan tangan dari punggung Zane. Renaldi menunduk sejenak sebelum kembali menatap mereka. "Aku harus jujur. Karena kalau setengah-setengah, semuanya percuma." Ia menarik satu kertas lagi dari map, tapi tidak meletakkannya di meja. Ia hanya menggenggamnya. "Gangguan obsesi ini bukan cuma perasaan suka yang kebablasan. Ini... anggaplah sudah menjadi penyakit." Zane terse

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN