Secara perlahan, Adam mulai menyimpan luka itu dalam hatinya dan tak lagi menunjukkannya pada orang lain, sekalipun ia masih menyimpan memori luka saat Naya terbaring tak berdaya di Kamar Mandi dengan darah yang mengelilingi wanita itu. Ia tak ingin membuat orang lain khawatir terus-menerus kepadanya, hingga ia memutuskan untuk menjalani kehidupannya seolah tak terjadi apa-apa. Setidaknya, sedikit perasaan bersalah dalam hatinya telah berkurang karena mendengar keputusan hakim yang mengatakan kalau Farel dan Topan mendapat hukuman setimpal atas perbuatan mereka. Adam berharap kalau itu mampu mengobati luka Naya dari alam sana. Ia memutuskan untuk mengingat Naya dengan cara yang benar dan kenangan yang indah. Ia memutuskan untuk mengingat setiap senyum yang Naya pamerkan saat bahagia, b

