48. Merindu

1511 Kata

Ini sudah dua minggu sejak kepergian Naya, dan Adam menjadi sosok pemurung yang menyibukkan dirinya dengan kerja keras sampai malam, tapi tak memberi asupan yang layak pada tubuhnya. Ketika pagi, ia bisa mengisi perutnya dengan s**u dan roti, namun saat siang dan malam, ia akan melupakannya begitu saja, hingga Vio frustasi untuk membujuk kakaknya itu. “Kak, makan dong, jangan begini. Gue juga punya kesibukan di Kantor” desisnya memberitahukan pada Adam bahwa pria itu membuatnya kesulitan dengan kegiatan baru yang Dina perintahkan, yaitu mengantar makan siang untuk Adam karena Mamanya khawatir. “Gue nggak nyuruh lo buat nganterin makan siang, Vi” balasnya kesal. Pasalnya, beberapa hari ini Vio sering membuatnya terlihat seperti anak-anak yang harus diantarkan bekalnya, supaya ia makan. Ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN