Adam memarkirkan mobilnya di parkiran club kemudian masuk dan menemukan Dimas yang sedang meneguk alkohol di meja bartender. Ia heran saat tadi mendengar pria itu mengajaknya ke club untuk menemaninya minum. Akhirnya mau tak mau, ia izin pada Naya agar bisa menemani Dimas yang jarang seperti itu. Belum sempat menghampiri Dimas, Adam harus mendesah kasar saat menemukan Ardit yang juga berada di club dan baru saja kembali dari kamar mandi. Sepertinya setiap mereka ada di club, Dimas adalah orang yang paling jaranga absen. “Hei Dam” sapa Dimas sambil melambaikan tangannya pada Adam. Sama seperti Dimas, Ardit juga menyapa Adam. “Lo kenapa lagi? Belum sampai sebulan lebih lo bergalau ria dan melampiaskannya ke club juga” tanya Adam saat dirinya sudah mendudukkan bokongnya di kursi sebelah

