Malam ini, Adam memiliki jadwal yang sama dengan Dimas, sehingga saat ada waktu kosong, keduanya mengisi waktu tersebut dengan perbincangan kecil, ditemani dengan masing-masing gelas yang berisi minuman kopi. Tidak ada yang paling membuat Dimas penasaran selain dari pada wajah Adam yang terlihat lebih cerah dari sebelumnya. “Ada kabar baik apa?” tanya Dimas tanpa menoleh pada Adam, tapi Adam tahu bahwa pertanyaan itu tertuju padanya karena hanya ada mereka berdua di sana. “Kabar baik apa yang lo harapain?” tanya Adam dengan kekehan kecil. “Wajah lo nggak seburuk biasanya, jadi gue sama Ardit tahu jelas hal itu. Hanya saja, kita belum ada waktu untuk bicara lebih, dan malam ini gue punya waktu untuk mewawancarai lo” Adam tersenyum “Segitu jelasnya?” “Sangat jelas” desis Dimas, lalu m

