35. Emosi

2143 Kata

Dipagi yang cukup cerah ini, matahari bersinar malu-malu didampingi hembusan angin pagi yang cukup menyemangatkan diri untuk memeluk selimut lebih lama lagi, namun Adam tak ingin membuang waktu untuk bermalas-malasan, meskipun hari ini ia libur. Tubuhnya yang sudah terbiasa sibuk dan tak banyak istirahat juga membuat keanehan jika ia memilih tidur atau bersantai. Kemarin ia pulang sangat malam hingga tak dapat melihat Naya karena Vio keburu tidur dan mengunci pintu kamarnya yang membuat Adam sangat kesal, namun kekesalannya cukup terobati karena hari ini ia memiliki kesempatan untuk melihat wajah Naya lebih lama. Ia akan memanfaatkan waktu itu sebaik-baiknya agar membawa kemajuan untuk kesembuhan Naya. Ia tak memiliki banyak waktu untuk tetap memegang kepercayaan mertuanya. “Pagi Ma” sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN