36. Farel atau Gio

1983 Kata

Vio melirik Adam sesekali, kemudian menatap ponselnya saat ia mendapat chat dari Axel. Ia tak bisa merasa tenang karena Adam tiba-tiba menghampirinya setelah kembali dari kamar dan mandi karena baru pulang kerja. Sebenarnya, Vio cukup heran mengapa kakaknya itu mendekatinya setelah tiga hari belakangan ini, mereka saling diam-diaman sekalipun Sandi dan Dina menegur keduanya dengan tegas sambil mengatakan “Kalian itu kan saudaraan, kok malah berantem”. Vio akui bahwa ia dan Adam sama-sama memiliki sifat egois yang tinggi dan sulit mengalah satu sama lain, tapi setelah melihat kedatangan Adam, rasanya ada sisi hati Vio yang membisikinya agar segera meminta maaf. Vio memang tak bisa menerima dirinya disalahkan saat itu, namun setelah sadar dan merenungkannya, ia jadi sedikit tertegur dan mer

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN