"Lo ngobrol apa aja sama Luna?" Elang berusaha membuka topik. Sejak masuk ke dalam mobil sampai sekitar lima belas menit lebih, keduanya hanya saling diam membisu. Walau banyak hal ingin diungkapkan, bibir keduanya terasa kelu. "Nothing." "Salah paham sama gue nggak?" "Siapa?" "Elo, Joy." "Kenapa gue harus salah paham sama elo, El?" Pria kharismatik itu memijat tengkuk. Tersenyum kecewa atas jawaban Joy. "Padahal gue berharap lo salah paham, cemburu, terus marah-marah ke gue. Kan, jadi lebih seru." "Nggak salah denger nih gue? Bukannya cowok nggak suka diributin hal-hal sepele macam itu?" "Cowok lain mungkin kebanyakan gitu. Tapi, gue malah seneng kalo lo yang over. Berasa disayang..." Joy menahan senyum geli. "Cuma pengen disayang?" Elang mengangguk layaknya bocah, yang lama s

