Joy terbangun saat mendengar suara ketukan pintu. Mengecek ponsel untuk melihat jam berapa sekarang. Dengan langkah berat ia mencoba mengumpulkan seluruh nyawa yang masih awang-awangan akibat rasa kantuk. Begitu pintu dibuka, Ratna menerobos masuk sembari mengomel betapa lamanya Joy membukakan pintu. Seharusnya ia bawa kunci cadangan, tapi lupa menyimpan ke dalam tas, karena harus buru-buru pagi tadi. "Dari mana?" Joy mencari tahu. Ia mengucek mata sebentar, untuk memastikan dirinya benar-benar sudah bangun. Anehnya, ada bau tak asing menelisik indra penciuman Joy. Hidungnya mengendus mencari tahu aroma khas tersebut secara mendetail. "Gila! Lo minum?! Mabuk?!" pekiknya spontan. Kelopak mata Joy semakin melek saking terkejutnya. Tubuh Ratna kepanasan. Ia membuka pakaian satu persatu da

