"Mana Ratna?" tanya Ravi mulai ada kisi-kisi perhatian. "Masih siap-siap. Bentar lagi paling kelar. Tolong tunggu dia sekalian, ya." "Nggak bareng sama lo?" "Nggak. Gue ada keperluan lain bentar." Gadis itu berjalan menjauh. Ia menghubungi seseorang untuk memastikan janji temu mereka. Joy langsung tancap gas ke lokasi yang sudah ditentukan. Sepanjang perjalanan Joy memikirkan Elang. Berbagai pertanyaan mengusik sanubarinya. Kenapa Elang agak berbeda hari ini? Kenapa Elang tidak menyapanya dengan senyum manis seperti biasa? Kenapa Elang tidak menggodanya dengan berbagai kosakata yang cukup mendebarkan jiwa merana Joy. Dan semua hanya berputar dalam kepala, tanpa ada jawaban pasti. Mungkin, pria itu sudah bosan? Lantas, kenapa pesan yang dikirim Elang semalam terdengar tulus? Joy pusing

