"Gila ya. Kalo canda kayak gini emang kelewatan!" Ratna memaki. Tangannya masih gemetar memegang kotak yang belum dibuang. Darah yang amis, lengket dan basah itu membuat kepalanya berputar hebat. Ratna mencengkeram ujung kotak tanpa tahu apa yang harus dilakukan. "Apa kata Joy?" tanya Ravi ikut penasaran. Kali ini dia mengambil alih kotak itu dan membuka isinya lagi. Jiwa detektif Ravi sedang bekerja. Ujung jari telunjuk kirinya mengorek boneka. Siapa tahu ada petunjuk lain mengenai motif teror ini. "Katanya teman Joy iseng." Ratna bernapas lewat mulut. Aroma darah membuatnya semakin mual, jadi lebih baik tidak menghirup udara via hidung. "Candaan yang lucu banget." sindir Ravi seraya mendengkus. Tidak ada surat yang ditinggalkan sebagai pesan. "Terus mau disimpan?" "Buang aja." Ratna

