"Sialan nih!" Ravi mengerang. Sadar seluruh tubuhnya sudah babak belur kena hajar. Dia bukan petarung yang bisa diandalkan seperti kata Ratna. Demi mendongkrak dirinya sebagai cowok jantan, Ravi nekat adu jotos. Itu pun harus selektif secara cepat memilih lawan. Dicarilah kelas bulu yang ringan dan terlihat pengecut. Mustahil memilih yang pandai bertarung. Rupanya, atensi Ratna kini tertuju pada Dylan. Cewek itu. Gajah tampak di depan mata tidak terlihat. Tikus curut dari kejauhan terlihat seperti tupai. Kemarin Kenan, kini Dylan. Ravi bete berat. "Rat, lo oke?" Joy menoleh ke teman sekamarnya. Sejauh ini Ratna tidak apa-apa dibandingkan teman lainnya. Joy khawatir Ratna terluka parah karena tidak bisa bertarung. "Oke." "Bibir lo bengkak dan biru," tunjuk Joy. "Ravi juga." Kedua or

