"Ratna mana?" Sosok berambut kriwul, bermuka kusut, serta memiliki kantong mata panda muncul di ambang pintu. Di ruang editing itu, pegawai lama berdiri dengan lesu. Ratna yang sore itu sendirian sedang menonton hasil editing malah terlonjak kaget. Sudah lama dia ditinggalkan sendirian. Elang dan Ravi menemui Bu Ester. Ravi sudah tidak sanggup memapah ataupun membopong Ratna ke ruangan di lantai lain. Bahkan Elang yang enteng mengangkat Ratna juga angkat tangan. Katanya harus menjaga hati sebelum dihajar seseorang sambil menyeringai ke arah Ravi. Begonya, Ravi sedang menelusuri dokumen dan tidak tahu isyarat bahwa Ravi yang harus menggendong Ratna kemana-mana. "Ya, Pak?" Intonasi Ratna penuh tanya, sebab belum tahu siapa nama pegawai dan bekerja di divisi apa. "Lo disuruh ke lantai ata

