Ravi cuma menyeringai. Diam-diam mengamini agar Ratna mau. Namun, tidak disangka kalau ucapan menusuk terlontar dari Ratna. "Mau aja sih. Asal sifatnya nggak kayak Ravi. Sok banget." "Emang gue kenapa?" Ravi tidak terima. "Sok kaya, sok cakep, sok jago, sok pinter. Elang nih, tajir, tapi enggak pamer." Ravi semakin bete. Andai dia buka kartu kalau ini rumahnya. Bahwa dia yang bakal mewarisi aset keluarga yang tidak ternilai harganya dan harus saingan dengan Rani, sang kakak. Maka sampai tujuh turunan juga uangnya tidak akan habis. Hela napas yang singkat itu menjadi bukti kesabaran. Ravi sendiri yang memilih ingin menutupi jati dirinya sebagai keturunan konglomerat. Harus konsisten agar tidak ada wanita-wanita busuk yang mendekat semata uang. Dia ingin mencari yang tulus. Kedengaran k

