Apakah ada hal yang lebih tidak masuk akal lagi yang pernah terjadi dibelahan dunia ini dibandingkan dengan apa yang sedang Alma alami sekarang. apa ada orang lain yang mengalami hal yang serupa dengan yang Alma alami ? Alma kehilangan kata - kata karena permintaan sang kakak yang terasa sangat mengganggunya. bagaimana bisa Alana meminta ikut bersama Alma dan Alex yang ingin berbulan madu. berdosakah kalau Alma mengatai kakaknya sudah gila? dengan alasan akan segera kembali berangkat kuliah keluar negeri Alana meminta ikut pada Alma yang diajak oleh Alex ke villanya. normal saja sesama anggota keluarga pergi liburan bersama tapi tidak untuk ngintilin orang bulan madu!
Dari fhoto yang Alex perlihatkan, Alma tahu bahwa ada banyak kamar tidur disana. tapi membawa Alana kesana bersama mereka tetap tidak bisa Alma terima.
" Kakak cuma numpang dua malam saja kok, dan itu nggak akan gangguin kalian " dalihnya membuat Alma sakit kepala.
Alex sendiri juga tak kalah kagetnya mendengar permintaan absurd sang kakak ipar.
" Anggap saja ini sebagai pelangkah' kan kemarin kamu belum ngasih kakak apa - apa"
Bisa - bisanya Alana pakai alasan itu, kemarin - kemarin pas ditanya mau dikasih apa tidak mau. dasar medusa!
Mama Abel mengangguk pada Alma. Kakak mendiang Papi Alma memang masih memegang kuat tradisi. merasa cemas dengan kelangsungan rumah tangga sang keponakan jika tidak membayar syarat pelangkah pada sang kakak.
Alma mendengkus kasar, kesal sekali sampai ke ubun - ubun.
Alex yang duduk disampingnya menenangkan wanita yang baru menjadi isterinya dengan mengelus lengannya perlahan. tatapannya tajam pada Alana. yang ditatap cuma tersenyum saja.
" Janji sama Mami cuma dua malam saja ya nak ? " pinta Mami Elen.
" iya ... " jawab Alana.
" Nak Alex, Tolong izinkan Alana ikut ya?"
Alex terpaksa mengangguk pada mertuanya. Alma meninggalkan mereka dengan perasaan marah dan kecewa. harapannya agar Mami melarang Alana jadi hancur begitu sang Mami justru mengizinkan.
" Sayang ...! "
Alex menyusul Alma ke kamar. mereka sedang berada dirumah Alma untuk bersiap - siap sekalian mau pamitan setelah pesta usai kemarin.
Alma mengeluarkan isi kopernya kembali. suasana hatinya jadi berantakan, sudah tidak berminat lagi untuk pergi.
" Sayang, jangan begini please " bujuk Alex mendapatkan pelototan dari Alma.
" Aku minta maaf "
Alma tidak merespon ucapan Alex.
" Kita tetap berangkat ya ... "
" Kalian saja yang pergi aku nggak mau ikut "
Gantian Alex yang melotot. masa iya Alex pergi bulan madu dengan mak lampir. bukannya mendapat suasana syahdu nan romantis yang ada malah suasana horor yang mencekam. hii ... seram! Alex bergidik membayangkannya.
Alma merebahkan tubuhnya dikasur. yang lelah bukan fisik Alma tapi psikisnya. dipejamkan matanya. Alex turut berbaring disamping sang isteri yang belum sempat ia pera***i. niat hati ingin melakukannya ditempat yang indah dan adem tapi sepertinya akan terancam batal. dipeluknya tubuh Alma dengan sayang.
***
Setelah melewati negosiasi yang panjang akhirnya Alma mau juga ikut dengan Alex pergi bulan madu ke villa pribadi keluarga Wiguna. Alex bukannya tidak ingin mengajak Alma ke tempat lain atau ke luar negeri sekalian, hanya masalah waktu yang belum tepat saja. rencananya nanti diakhir tahun barulah Alex akan mengajak Alma liburan ke tempat yang jauh.
Sepanjang perjalanan menuju villa kehadiran Alana tidak mengganggu sama sekali, karena Alex sudah mengantisipasi kemungkinan tersebut dengan mengajak satu karyawannya yang paling nerd. penampilan cupu Awan menimbulkan rasa tidak senang diwajah Alana yang justru membuat Alex mengulum senyum sendiri.
Alex sengaja mengajak Alma duduk dikursi paling belakang yang sudah ia sulap menjadi tempat yang paling lapang dengan mendorong kursi tengah lebih ke depan. kursi tengah yang biasanya jadi tempat ternyaman di mobil Alp*** tersebut jadi tempat tersempit karena ulah Alex.
Mobil dikendarai oleh sopir keluarga Alex dengan kecepatan dibawah rata - rata sesuai perintah Alex.
Alana bete melihat kemesraan Alex dan Alma, ditambah lagi rayuan gombal Alex yang bikin mual. dasar pengantin baru sialan!
" Mbak mau kacang ? " tawar Awan pada Alana. misi yang sedang ia emban adalah menemani kakak ipar si Bos agar tidak kesepian selama liburan.
" Nggak ! " jawab Alana ketus.
Awan cuma bisa tersenyum mendengar penolakan Alana. Awan tidak bodoh sampai tidak tahu bahwa orang yang sedang dan akan ia hadapi dua hari kedepan adalah spesies yang ajaib. tidak seperti yang terlihat seolah sedang liburan, Awan sebenarnya sedang melakukan pekerjaannya. Awan faham alasan Alex membayar mahal dirinya untuk ikut dengannya.
Alex mengelus lembut perut Alma yang sedang memeluknya dari samping. terkadang tangan nakalnya naik sehingga Alma merinding dan menggeram menahan gelenyar asing pada tubuhnya.
Alma mencubit tangan Alex dan menariknya keluar dari bajunya.
" ada orang " bisiknya membuat Alex terkekeh. Alex sengaja menggoda Alma yang moodnya belum kembali sepenuhnya. meski sudah berbicara seperti biasa tapi Alex tahu kalau Alma sedang menahan diri agar tidak kelepasan dengan emosinya sendiri.
" anggap aja nyamuk " ucap Alex tak berperasaan.
Alma tertawa geli.
" cuma nyamuk yang suka gangguin orangkan ? "
" stt... jangan kencang - kencang ntar mereka dengar "
" nggak papa Yang " jawab Alex cuek. nada pelan nyaris berbisik Alma selalu dijawab oleh Alex dengan suara biasa saja. tidak peduli dengan perasaan Alana. kalau Awan pasti sudah memakluminya.
***
Setibanya di Villa, Alex langsung mengajak Alma ke kamar pribadinya. tidak memberi kesempatan bagi Alana untuk bertanya padanya. terserah mereka mau tidur dimana. tidak akan ada yang mengurusi mereka karena tidak seperti Villa kebanyakan yang punya orang khusus yang mengurusi dan menghuninya, disini justru tidak ada siapa - siapa. Villa hanya dibersihkan sekali seminggu oleh salah satu warga yang sudah dipercaya oleh keluarga Wiguna.
Biasanya ketika mereka menginap di Villa , juru masak di kediaman Wiguna selalu di ajak. Alex sengaja tidak mengajak juru masak atau asisten lainnya. kecuali sopir saja yang akan melayani mereka karena Alex tidak mau semakin banyak orang yang ikut.
Diperjalanan Alex sudah membeli makanan untuknya dengan Alma jadi sampai besok pagi Alex tidak ada niatan untuk keluar kamar.
Selesai membantu Alma menata baju mereka kedalam lemari, Alex mengajak Alma makan bersama.
" kamu beli apa tadi ? " tanya Alma sambil mendekat pada Alex yang sedang menyiapkan makanan mereka di sofa set yang ada di sudut kamar.
" makanan kesukaan kamu " jawab Alex memperliatkan isi kotak makanannya pada Alma. kerang pedas untuk makan malam. kreatif sekali suaminya ini. kalau sampai sakit perut gimana? bisa gagal malam pertama mereka.
" makannya jangan banyak - banyak nanti bisa sakit perut " ingatnya seolah bisa membaca fikiran Alma.
" Lagian kenapa tadi beli kerang kan bisa beli makanan yang lain "
" sengaja Yang buat stamina kita nanti "
Alma tersipu mendengar ucapan Alex, bisa - bisanya mikir sampai kesana.
" trus mereka kamu belikan kerang juga ?"
" harusnya tadi iya tapi nggak jadi. aku bahkan nggak beli apa - apa buat mereka "
" tega kamu ... " gelak Alma.
" udah besar ini nggak akan kelaparan juga. kalau mau turun banyak yang jual makanan disana "
Alma tidak bertanya lagi. lebih baik ia segera menyantap makan malamnya yang menggugah seleranya.
Semua sisa makanan dan kemasannya sudah Alma kumpulkan kedalam tempat sampah yang ada dibalkon. rencananya Alma akan segera mandi tetapi pemandangan di luar menyita perhatiannya. Langit malam terlihat indah sekali. terasa damai melihat kerlipan bintang kecil yang bertaburan diangkasa.
Sepasang tangan kokoh memeluknya dari belakang. tidak hanya memeluk tubuh sintal sang isteri, Alex juga menghadiahi dengan kecupan ringan berulang kali dipuncak kepala. Alma menikmati pelukan Alex dengan menyatukan telapak tangannya di punggung tangan Alex.
Bibir Alex turun ke perpotongan leher Alma. mengendus sebelum melabuhkan satu ciuman disana. kembali memberikan jejak basah untuk kedua kalinya. saat akan memperdalam ciumannya Alma menahan kepala Alex. Ada kilatan protes dari mata Alex ketika Alma menoleh kebelakang untuk melihatnya.
" Aku belum mandi " bisiknya serak karena sudah tersulut gairah juga.
" Nanti saja sekalian " jawab Alex kembali merapatkan tubuh mereka. selain bibir, tangannya juga mulai aktif menyentuh tubuh Alma. satu lenguhan lolos dari bibir Alma membuat Alex tambah b*******h.
Alex terus mencumbui tubuh isterinya meski sudut matanya menangkap satu sosok pengganggu di bawah sana. yang memandang mereka dengan tatapan tidak suka.
Satu ronde mereka dapatkan dibalkon sebelum kemudian Alex menggendong tubuh Alma ke kamar mandi. Alex tidak akan membiarkan kehadiran Alana mengganggu malam pertama mereka. jika dengan melarang tidak mempan, Alex yakin dengan mengabaikannya pasti lebih baik. sister psycho harus dihadapi dengan taktik yang tepat.
Alana masuk ke dalam Villa dengan muka merah menahan emosi. Alex pasti sedang melecehkan dirinya dengan mempertontonkan kegiatan intim mereka. Alana akan melihat sampai mana rasa cinta Alex pada Alma. besok ia akan mengujinya dan Alana yakin Alex tidak akan lolos.
Bersambung