Prahara

1242 Kata
" Aku mencarimu, ternyata kamu disini. mana Alma ? " tanya Alana. Alex memperhatikan Alana yang berjalan anggun kearahnya. tubuh rampingnya dibalut dress floral diatas lutut. " kenapa kau mencariku ? " tanya Alex begitu Alana sudah berdiri didekatnya. " hanya mencari saja, jadi dimana isterimu ? sepertinya belum bangun ya ? " meski sambil tersenyum tapi ada nada cemburu didalam suaranya. " kamu pasti menggempurnya habis - habisan sehingga dia kehabisan tenaga " " apa itu mengganggumu ? " " sedikit " Alex tersenyum "sepertinya kamu bermasalah dengan kepribadianmu sendiri. Alma bukan sainganmu. lagipula sebelumnya kita tidak punya hubungan apa - apa" " benarkah ? " " tentu saja, dia ... " ucapan Alex terhenti karena Alana yang langsung mencium bibirnya. kesadarannya terhenti untuk beberapa saat. Alana tidak menyia - nyiakan kesempatan, diciumnya d**a Alex yang terbuka karena kancing kemeja yang tidak terkancing sempurna. diraihnya tangan Alex untuk diletakkan kedadanya yang tidak tertutupi bra dibalik dress tipisnya. bisa Alex rasakan p****g payudaranya yang tegak mencuat. " Apa yang kalian lakukan ?! " tanya Alma berteriak. Seperti menemukan kesadarannya Alex segera menarik tangannya dari d**a Alana, mendorongnya kesamping. " sayang, aku bisa menjelaskannya " ucap Alex gugup, berbeda dengan Alana yang terlihat santai. " apa yang mau kau jelaskan. aku sudah melihatnya !" bentak Alma penuh amarah. dadanya naik turun secara kasar saking emosinya. " kamu lihat, suamimu tertarik padaku " ucap Alana memanasi. " KALIAN BERDUA MEMANG BRENGSEKK !!! " Alma memutar tubuhnya dan berlari menuju kamar. Alex menatap tajam pada Alana. demi tuhan, jika saja ia boleh membunuh orang seperti membunuh seekor nyamuk pasti sudah dilakukannya sejak tadi. Alana tersenyum penuh kemenangan, tidak menyadari aura membunuh yang sedang memancar dari tubuh Alex. " Awan !!! " teriak Alex menggelegar. Awan muncul tergopoh - gopoh dari kamar yang ia tempati. " Seret wanita gila ini keluar! jangan sampai aku melihatnya lagi! " " b baik pak ! " Awan segera menarik tangan Alana kasar. " Aww... lepasin ! " bentak Alana sambil meringis. Awan tidak menggubrisnya. jika ingin posisinya aman dia harus mematuhi perintah bosnya dengan segera. Alex paling tidak suka mengulang perintahnya. *** Dengan berurai air mata serta isakan yang tertahan, Alma menyeret kopernya keluar kamar. baru sampai tangga Alex sudah menahannya. " Sayang, jangan pergi ... Apa yang terjadi tidak seperti dugaanmu " Alma melepaskan tangan Alex. kembali melanjutkan kakinya menuruni anak tangga. " Sayang ... tolong beri aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya " " aku melihatnya ... " isak Alma " aku melihat dengan mata kepalaku sendiri " ratapnya parau. " iya kamu melihatnya tapi tidak seperti itu kenyataannya " sebut Alex frustasi " aku mohon jangan berprasangka buruk padaku " Alma menatap Alex sama kacaunya dengan dirinya. " kenapa kamu tega sekali sama aku ? kamu pasti sengaja membawanya kesinikan ? " Alex kaget mendengar tuduhan Alma padanya. semua orang tahu apa yang terjadi kenapa Alma malah menuduhnya begini. " sepertinya keputusan kita menikah memang terlalu terburu - buru " " Alma sayang please... " Alex tidak sanggup mendengarnya. jangan sampai Alma bilang menyesal telah menikah dengannya. " aku pergi dulu " Langkah Alma terhenti karena Alex yang tiba - tiba bersujud dikakinya. Alma tidak berharap Alex akan membujuknya dengan cara begini. air mata menggenang di matanya membuat Alma jadi terkesiap. " aku mohon jangan pergi sebelum aku menjelaskannya. setelah aku jelaskan nanti kamu masih tetap ingin pergi aku sendiri yang akan mengantarnya " kata Alex pasrah. melihat Alma melepaskan pegangan tangannya pada tangkai koper Alex segera menyingkirkan koper ke pinggir tangga. diraihnya tangan Alma kembali ke lantai atas. bukan ke kamar yang sebelumnya mereka tempati tapi keruang lain yang sebelumnya tidak disadari oleh Alma. Ternyata ruang kontrol yang kedap cahaya dan suara. Alex mendudukkan Alma kesebuah kursi yang menghadap ke arah sebuah monitor yang ukurannya paling lebar dibandingkan monitor lainnya yang berjumlah cukup banyak. tidak membuang waktu Alexpun menyalakan monitor tersebut. mencari perkiraan waktu kejadian didapur tadi. tidak butuh waktu lama karena kejadiannya berlangsung dihari yang sama. dengan volume yang sangat keras Alex memperlihatkan pada Alma kejadian yang sesungguhnya telah terjadi. Alma menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. " Aku cuma kaget, benar - benar tidak menyangka Alana melakukan hal sekotor itu. aku tidak membalasnya, kefikiranpun tidak " jelas Alex masih menyimpan amarah pada Alana. " kamu percaya aku kan Yang ? " " uhm " jawab Alma malas. memonyongkan mulutnya. Alex lega melihatnya. nyawanya yang tinggal sepertiga kembali terisi lagi. ditatapnya sang isteri dengan perasaan suka cita. dahinya tiba - tiba mengerut menyadari penampilan Alma. " babe, kamu benaran tadi mau pergi ? " tanyanya. Alma mengangguk. " kamu nggak bercandakan ? " Alma menggeleng. Alex mendengkus kasar. " kamu kenapa sih ? " tanya Alma bingung. " f**k! " umpat Alex tiba - tiba membuat Alma terperanjat " jangan sampai sikatrok liat kamu begini, awas aja nanti aku congkel matanya !" Alma belum menyadari penyebab kemarahan Alex ," aneh " gelengnya. Alex mendekat langsung meremas pay***a Alma ," ini milik aku, ini juga ... " ujarnya sambil memegang kedua bukit kembar sang isteri. Alma baru menyadari ada yang salah dengan penampilannya. hampir saja area pribadinya jadi tontonan orang banyak karena kecerobohannya yang tidak mengganti lingerie yang ia pakai dengan baju yang pantas. " jangan - jangan kamu juga tidak pakai celana dalam " sebut Alex sambil menyingkap rok Alma. " aw " pekik Alma kaget bercampur geli. " kamu ... benar - benar ya " ucap Alex kembali menggeram. membayangkannya saja sudah membuatnya tidak rela jika aset berharga sang isteri sampai dinikmati orang lain. Alex tahu betapa kotornya otak para pria diluaran sana. bisa - bisa tubuh indah Alma akan jadi objek fantasi seksual mereka. seperti yang selama ini Alex lakukan. " kamu marah yang ? " tanya Alma. " ya iyalah, menurutmu gimana ? " " ya udah kalau kamu marah aku pergi aja " ucap Alma merajuk. berdiri dari duduknya hendak meninggalkan Alex. " enak saja main pergi - pergi " balas Alex " kalau aku marah harusnya kamu bujuk dong seperti aku tadi " " aku kan nggak sengaja " " aku juga nggak sengaja tapi tetap minta maaf " Alma tampak berfikir. Alex tidak sungguh - sungguh dengan ucapannya. hanya menggoda Alma saja. " Ayo minta maaf " ucapnya jail. " oke tapi kamu duduk dulu " suruh Alma. begitu Alex duduk dengan benar Alma mendudukkan tubuhnya diatas pangkuan sang suami dengan cara menga*****g. dikalungkan tangannya kebelakang leher. sambil menggesekkan perlahan bagian tubuh depannya Alma berbisik ", Aku minta maaf ". Alex tidak bisa tidak terangsang dengan apa yang dilakukan oleh Alma. " kamu sudah tidak marah lagikan ? " tanya Alma ditelinga Alex. sangat dekat hingga bibirnya menyentuh daun telinga Alex. Alex menggeleng. menatap Alma dengan mata berkabut gairah. tangannya mengusap punggung sang isteri dengan perlahan. " thanks babe " sebuah kecupan mendarat dipipi Alex sebelum Alma melepaskan pelukan mereka dan kemudian meninggalkan Alex yang tersadar sedang dikerjai oleh Alma. " sayang tunggu pembalasanku " kejar Alex . Alma tergelak. setengah berlari ke kamar. baru mau menutup pintu kamar tapi kalah cepat dari Alex. " mau lari kemana, hmm ? " tanya Alex mendekat. Alma menggeleng sambil tertawa. terus mundur dari Alex sampai mentok ke pinggir ranjang. Alex sudah berdiri didepan Alma dengan tubuh bagian bawah tidak berjarak sedikitpun. " kamu harus tanggung jawab. bikin dia tidur lagi " sebut Alex mengunci pergerakan Alma. Alma tidak menolak saat Alex kembali merayu tubuhnya dengan sentuhan - sentuhan yang memabukkan. Bersambung
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN