Alma, Alex dan Mateo sedang makan siang bersama rekan bisnis mereka yang berasal dari negeri Jiran. Tidak seperti dugaan Alma yang mengira tamunya orang melayu asli ternyata tuan Sulaiman adalah bule keturunan scotlandia. nama lengkapnya Christian Sulaiman, ingin dipanggil Chris saja oleh rekan bisnisnya. Selama makan siang cuma suara Alex dan Chris saja yang terdengar, sesekali ditimpali oleh Mateo. Chris beberapa kali melirik pada Alma yang sedang menikmati pasta spagettinya.
Makan siang berlanjut dengan pembahasan tentang kerjasama mereka hingga sore.
Alma kembali ke kantor berdua saja dengan Alex dikarenakan Mateo yang pergi mengantar Chris ke hotel tempatnya menginap.
" Kita langsung pulang saja " ucap Alex membuka suara.
Alma menoleh ke luar jendela mobil. mencari tempat ia menunggu angkot lewat.
" Saya turun didepan saja " kata Alma pada Alex. membuat Alex menyorot tajam padanya.
Tak menghiraukan ucapan Alma, Alex terus saja berkendara.
" Minggir didepan pak !" ujar Alma melihat ada sebuah halte.
Alex berlagak tuli. gondok mendengar Alma berbicara padanya seperti pada Abang Angkot saja.
Alma memutar tubuhnya menghadap pada Alex," Pakk!! " pekiknya kemudian sukses mendapatkan pelototan maut dari Alex.
" Aku antar kamu pulang jadi kamu duduk saja dengan tenang !"
Alma menciut. kembali menghadap kearah depan.
" Alma, mulai saat ini kamu jangan panggil aku bapak lagi " kata Alex setelah sempat hening beberapa saat.
" Kita sudah kenal lumayan lama, lagipula usia kita tidak terpaut jauh "
Bukan itu poin yang sebenarnya, Alex merasa dengan Alma memanggilnya begitu membuat jarak diantara mereka membentang nyata. Alex tidak rela. yang Alex inginkan mereka bisa dekat tanpa sekat"
" Bapak itu atasan saya "
" Itu kalau kita sedang di kantor "
" Saya hanya berusaha patuh pada peraturan saja "
" Mana ada peraturan seperti itu "
" Memang tidak tertulis Pak, tapi tetap saja harus dilakukan "
" seperti kamu yang patuh saja " cibir Alex " kamu lupa kalau dulu kamu suka kurang ajar?! "
Air Muka Alma langsung berubah.
Alex rasanya mau menampar mulutnya sendiri karena kelepasan membawa masa lalu pada obrolan mereka.
Merasa atmosfer diantara mereka jadi berubah segera Alex memarkir mobilnya dipinggir jalan.
Alex memutar tubuhnya kearah Alma.
" Aku tidak bermaksud mengingatkan kamu pada masa itu. hanya saja, sulit sekali rasanya membiarkan kamu tetap menjaga jarak diantara kita saat hatiku menginginkan hal yang berbeda "
Ada kejujuran yang ingin Alex sampaikan pada Alma.
Alma menatap Alex seksama takut salah mengartikan makna yang terkandung dalam ucapan Alex.
Bisa saja apa yang Alex maksudkan tidak sama dengan apa yang Alma tangkap.
Ketika Alma yakin bahwa pemahaman mereka sudah sama langsung saja ia palingkan muka dari Alex. tidak sanggup lagi bersitatap lebih lama lagi. Tiba - tiba perasaan gugup melandanya. jantungnya berdegup lebih kencang.
Alex tersenyum melihat tingkah Alma. Kecanggungan Alma bisa dilihatnya dengan nyata. Oh s**t! kenapa bisa diusianya yang sudah dewasa Alma masih bertingkah seperti bocah yang sedang jatuh cinta? sialnya terlihat begitu menggemaskan dimata Alex.
Demi Tuhan, Alex tidak bisa menahan diri untuk tidak menyentuh Alma.
Mulanya hanya sekedar menempelkan bibirnya saja pada permukaan bibir Alma kemudian berubah menjadi lumatan pelan sepenuh jiwa. dielusnya punggung Alma sampai ke pinggang. tangannya yang lain mengelus lengan Alma yang tertutup blazer.
Puas dengan tempo perlahan Alex merubanya menjadi lumatan s*****l.
Satu erangan Alma lolos membangunkan sesuatu yang sebelumnya sudah mulai terusik ditubuh Alex.
Alex melepaskan ciuman mereka. tidak mau membuatnya lebih menginginkan Alma lagi. sebagai ganti Alex mengelus bibir Alma yang baru diciumnya tadi dengan penuh kasih sambil menetralisir libidonya. Alex takut lepas kendali yang berakhir membuatnya menyerang Alma habis - habisan.
Keduanya saling bertatapan dengan intens. tangan kiri Alex sedang menggenggam tangan kanan Alma.
" Kamu cantik dan seksi " bisik Alex " aku suka ... "
Terasa ada yang bergejolak indah diperut Alma saat mendengar ucapan Alex,seolah kupu - kupu yang berterbangan kesana kemari.
" Kamu juga tampan " balasnya.
Kembali bibir keduanya menyatu. hanya sebentar saja. tidak seperti ciuman pertama tadi yang menggebu kali ini terasa sangat lembut dan syahdu.
" Jangan buka hati kamu buat orang lain ya, Alma. cukup aku saja ... "
Alma mengerjap bingung. untuk beberapa saat Alma mencoba mencerna maksud kalimat Alex yang mencampurkan rasa pesimistis dan optimisme dalam satu padanan yang sama.
" Aku pasti gila jika kamu lebih memilih laki - laki lain "
Memikirkan Alex yang dulunya pecicilan berubah menjadi romantis begini harusnya Alma tidak langsung terbuai. namun nyatanya Alma tetap merasa tersanjung juga.
" Tidak ada yang mau sama aku jadi kamu tidak perlu cemas " sebut Alma bergurau. meski tidak pernah berpacaran lagi sejak yang pertama yang sebenarnya tidak bisa juga disebut berpacaran bukan berarti tidak ada yang naksir pada Alma. semenjak Alma pandai merawat diri banyak kaum adam yang mendekatinya. semuanya Alma tolak karena Alma tidak mau menyakiti mereka dengan berpura mencintai padahal hatinya masih terpaut pada masa lalu.
Alex ingin meneriaki Alma saking geramnya pada Alma.
Hey girl! kamu bukannya sedang berlagak bodohkan?
Lihatlah dirimu yang sekarang, semua pria menginginkanmu. Alma tidak perlu tahu apa yang sudah mendorong Alex untuk cepat bertindak. salah satunya adalah pesan dari Chris yang meminta nomor ponsel Alma padanya. Chris bahkan bilang padanya agar mencomblangin mereka.
" kenapa wajahmu begitu? pasti nyesalkan ? " tanya Alma.
Alex melongo.
Menyesal ?
Cckk... Alex menggeleng takjub.
Menyesal terlambat iya!
Alma terkekeh melihat Alex yang gregetan padanya.
" Mau gelitik atau gigit? "
" Nggak dua - duanya "
Alex tergelak, tidak menutupi perasaan hatinya yang sedang bahagia.
" sejak kapan kamu mulai suka sama aku ? "
Dahi Alma berkerut mendengar pertanyaan narsis dari Alex.
" iya - iya ... " angguk Alex sambil tersenyum geli " harusnya kamu yang nanya begitu sama akukan ? kamu nggak mau nanya makanya aku yang balik bertanya "
" kamu mau tahu kapan aku mulai suka sama kamu ? "
Alma mengangguk meski tidak terlalu penasaran.
" sepertinya sejak kamu pergi " ucap Alex . Nada suaranya berubah menjadi lebih serius sampai Alma yang ingin menggodanya jadi urung melihat raut wajah Alex yang berubah menjadi sendu.
" aku sering memikirkan kamu sampai mau mati rasanya "
" Pasti karena perasaan bersalah ya ? "
" Awalnya mungkin iya, tapi yang lebih mungkin lagi sejak dulu aku selalu mencari cara agar bisa berinteraksi dengan kamu. entah kenapa setiap melihatmu marah - marah aku jadi senang "
" Dasar psycho! "
" Sama seperti kamu, aku juga merasa lingkungan kerap tidak adil padaku " kata Alex pilu " sebagai seorang Wiguna aku tidak terlalu diinginkan "
Alma tercenung mendengar penuturan Alex, tidak menyangka Alex yang selama ini ia lihat selalu gembira ternyata menyimpan kesedihannya sendiri.
" Lupakan saja " ucap Alex " masa kita bersedih dihari pertama kita jadian " gelak Alex mencairkan suasana. Alma ikut tergelak bersama Alex.
Alma mulai bisa memahami Alex, sedikit mengikis prasangka buruknya. seulas senyum memahami' ia berikan pada Alex.
Sebait harapan Alma tanamkan dalam hatinya :
Semoga nantinya ia tidak sampai menyesali hari ini .
Bersambung