Tepat setelah Damien keluar, Seraphina ambruk. Tubuhnya terasa berat, seolah-olah seluruh beban dunia menimpanya. Ia jatuh ke lantai yang dingin, napasnya tersengal-sengal. “Damien…” suaranya pecah, hampir tidak terdengar. “Jangan tinggalkan aku…” Kekuatan yang ia rasakan sebelumnya, kekuatan yang membantunya menghancurkan Tuan Vale dan Celine, kini mereda. Tetapi kekosongan di dalam dadanya tetap ada. Kekosongan itu adalah Damien, yang telah pergi. Ia telah mengatakan ia tidak membutuhkannya, tetapi itu bohong. Ia membutuhkannya. Ia membutuhkan Damien, lebih dari apa pun. Seraphina tidak tahu berapa lama ia terbaring di sana, tetapi ia tahu bahwa ia harus bangun. Ia harus menemukan Damien. Ia tidak tahu mengapa, tetapi ia harus melakukannya. Ia merasakan sebuah ikatan yang aneh, sebuah

