DOA YANG TERKABUL

1848 Kata

Cahaya matahari pagi masuk melalui sela tirai kamar rumah sakit dengan lembut. Lucas sudah duduk di kursi di samping tempat tidur Ayana sejak subuh. Jasnya tergantung rapi di sandaran kursi, lengan kemejanya tergulung. Dia terlihat seperti seseorang yang semalaman tidak benar-benar tidur. Ayana memperhatikannya lama. Ada sesuatu di wajah Lucas yang berbeda pagi itu. Bukan hanya lelah melainkan beban. “Sayang,” panggil Ayana pelan. Lucas menoleh, senyumnya mengembang. “Kau sudah bangun, Ay.” Ayana mengangguk. Kemudian dia berkata, “Tampangmu kusut, ada apa?” “A-apa?” Ada jeda. Sunyi merambat di antara mereka. Ayana mengenal Lucas cukup baik untuk tahu, pria itu sedang menimbang kata-kata, memilih mana yang tidak akan melukainya terlalu dalam meski tahu apa pun yang akan dia katakan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN