SEPERTI PENGAKUAN DOSA

1890 Kata

Ayana terbaring di ranjang dengan tubuh yang tampak lebih kecil dari yang Lucas ingat. Wajahnya pucat, bibirnya kering. Rambutnya terurai berantakan di bantal putih. Namun matanya terbuka. Dan saat melihat Lucas, mata itu bergerak perlahan—menangkap wajah suaminya seperti seseorang yang baru kembali dari tempat jauh. “Lucas…” suaranya sangat pelan, nyaris tak terdengar. Lucas mendekat cepat, menahan tangis yang mendorong dari d**a. Dia menggenggam tangan Ayana dengan hati-hati, takut sentuhannya terlalu berat. “Aku di sini,” katanya lembut. “Aku di sini, Ay.” Ayana menatapnya lama, seolah memastikan bahwa ini nyata. “Aku… aku mau ke rumahmu,” bisiknya terputus-putus. “Aku mau bilang sesuatu…” Lucas menelan ludah. “Nanti. Kau istirahat dulu.” Ayana mengernyit lemah. “Kenapa kau me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN