KENYATAAN PAHIT

1833 Kata

Nyonya Sarah merasa sepi dan kosong, keheningan itu tidak membuatnya nyaman. Rumah besar yang dulu selalu dipenuhi suara langkah kaki pelayan, derap sepatu Ben yang tergesa berangkat kerja, atau berisiknya Ben dan teman-temannya ketika seru nonton bola, kini hanya menyisakan gema. Setiap dinding seperti menyimpan bisikan masa lalu, setiap sudut mengingatkannya pada sesuatu yang telah hilang, atau lebih tepatnya Nyonya Sarah diterjang rindu akan sosok putranya yang kini kabur entah kemana. Nyonya Sarah duduk di ruang tamu, punggungnya tegak, tangannya saling menggenggam di pangkuan. Jam dinding berdetak terlalu keras. Detiknya seperti mengejek, seolah berkata bahwa waktu tidak akan berhenti hanya karena melihat tuan rumah tengah merana. Sudah berhari-hari dia tidur tidak nyenyak. Setiap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN