Pertama kalinya Yudis dan Ara makan bersama dengan Bunda Nayya sebagai keluarga. Tentu saja bagi Yudis, hal ini adalah pertama kalinya dia bisa merasakan bentuk perhatian dari seorang ibu. Mata Yudis berkaca-kaca begitu Bunda menyendokkan nasi dan lauk pauk untuknya. “Makan yang banyak, mungkin di rumah makanan yang dimasak Ara tidak terlalu enak dimakan!” ucap Bunda Nayya. “Ah, masakan Ara enak kok Bun,” jawab Yudis. Tapi bibir Ara malah manyun. Semua yang diucapkam Yudis sangat bertolak belakang. Setiap makan masakan Ara, Mas Yudis selalu komplen ini itu padanya. “Masa sih, bukan kamu takut diomelin Ara kan?” tanya Bunda. ‘Salah Bun, yang ada itu, aku yang sering diomelin dia,’ ucap Ara protes tapi hanya mampu dia ucapkan dalam hati. “Ah, Ara enggak pernah ngomel kok Bunda,” jawab

