Ara hanya menatap layar raksasa itu tanpa minat. Hati dan pikirannya tidak menyimak film yang sedang ditontonnya dengan Romeo. Dia hanya memikirkan Yudis. Entah kenapa dia merasa kalau ada sesuatu yang menganggu pikiran Yudis. Apakah beban pekerjaannya yang bertambah? Kenapa sikap Yudis akhir-akhir ini terkesan kalau dia lebih sering menghindar bertemu dengannya. Ara terkejut ketika tiba-tiba Romeo mendekat dan berbisik di telinganya. “Kenapa, apa loe enggak suka sama filmnya?” bisik Romeo dekat dengan telinganya. Itu membuat Ara sedikit merinding. Selama ini Romeo belum pernah sedekat ini secara fisik. “Ah suka kok. Filmnya seru!” jawab Ara pelan sambil berusaha menjangkau popcorn yang sedang dipegang Romeo. Romeo tersenyum. Dia kemudian menyerahkan mangkok popcorn-nya untuk Ara. Mer

