"Alhamdulilah " ucap semua yang ada disini
"Gimana kalau mereka menikah malam ini juga pada setuju gak?"tanya Abi abdurrahma wahidz
"Saya sangat setuju pak kyai Abdurrahman" jawab kyai Ahmad salman
"Hah nikah makam ini Abi" ucap intan membulatkan matanya.
"Iya sayang setuju kan " ucap Abi Abdurrahman
"Tapi Abi aku mau kuliah dulu" jawab intan cemberut.
"Gak ada tapi tapian hal baik gak bisa di tunda tunda lagi" ucap Abi Abdurrahman dengan nada tegas.
Intan sangat kesal dengan keputusan abinya. Intan menatap tajam, Irfan tapi malah diabaikan oleh Irfan.
"Gimana nak Irfan apa setuju dengan keputusan Abi" tanya sang Abi Ahmad menatap sang putra
"Saya sangat setuju Abi hal baik gak usah di tunda tunda lagi" jawab Irfan
"Abi" rengek intan
"Sayang udah iya ikut kak Maya ke kamar sebelum selesai ijab Qabul selesai gak boleh keluar kamar dulu.' ucap Kakak ipar Maya lembut.
"Iya kak intan belum siap menjadi istri kak" jawab intan.
"Sayang ayo nanti kak beritahu jadi istri yang baik buat suami kamu sayang" ucap Maya
***
Diruangan tamu sudah ada penghulu dan calon pengantin pria.
"Gimana Gus udah siap? Tanya penghulu
"Insya Allah sudah pak" jawab Irfan santai.
"Baik kita mulai sekarang" ucap penghulu sebari memberi arahan buat Gus Irfan menjabat tangan sang mertua.
"Baik pak silakan" jawab Irfan
"Gus Irfan jabat tangan mertua Gus Irfan terus ikuti ucapan saya kalau saya menyentuh tangan Gus Irfan" ucap penghulu.
"Baik pak penghulu " jawab Irfan sambil menjabat tangan Abi Abdurrahman
“Ankahtuka wazawwajtuka makhtubataka binti (intan alawiyah) alal mahri hallan.” ucap Abi abdurrahman
"Qobiltu nikahaha wa tazwijaha bil mahril madzkur haalan." Jawab Irfan lantang sekali tarikan nafas
"Gimana para saksi sah" tanya penghulu
SAH .
SAH
SAH
"Semua orang pada berteriak sah" ucap dua keluarga
Intan yang mendengar ijab qobul, dan kata sah membuat hati nya terharu dan kesal kepada suaminya.
"Dasar dosen m***m nyebelin banget hah" gurutuk intan begitu kesal.
"Dek"panggi sang kak Rasyid
Intan menoleh ke arah suara. "Kak intan gak mau nikah sekarang" ucap intan sambil memeluk sang kakak begitu erat
"Eh dek sayang dengerin kak iya kamu pasti bahagia bersama Gus Irfan Kak tau dia gimana Kak kenal dia" jawab sang kak
"Kak kenapa sangat mendukung aku nikah sama dosen m***m itu" ucap intan sangat kesal kepada sang kak
"Dek dia sekarang suami kamu gak boleh ngomong gitu gak baik ngatain suami kaya gitu dosa tau kamu tau kan hukum istri marah pada suaminya" ucap rasyidz
"Tau kak ' jawab intan ketus
"Apa coba kak mau denger" ucap rasyidz
"Tak dapat dipungkiri bahwa menjalani kehidupan pernikahan memiliki banyak tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah perbedaan pendapat antara suami dan istri. Akibatnya, timbul emosi serta rasa marah pada satu sama lain yang tidak terhindari."
"Meski marah adalah hal yang wajar, ternyata Islam memiliki hukum tersendiri tentang perilaku istri yang marah pada suaminya. Bahkan, saat seorang istri marah hingga membentak suaminya termasuk sebagai tindakan yang dibenci Allah SWT. "Ucap intan
"Terus apa lagi " tanya rasyidz
"Termasuk dosa besar, sebab suami harus dihormati oleh istri" jawab intan
"Coba kak dengerin jelasin itu suami dihormati oleh istri" ucap rasyidz
Intan menghelas nafas sebelum melanjutkan menjelaskan hal itu.
"Ajaran Islam selalu menjelaskan bahwa suami adalah sosok pemimpin dalam keluarga. Oleh karena itu, sudah sepantasnya bila istri harus selalu menghormati dan mentaati suaminya, sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut:
Rasulullah SAW mengatakan bahwa sangat tinggi kedudukan suami untuk istrinya."
“Seandainya saya bisa memerintahkan seorang untuk sujud pada orang lain, pasti saya perintahkan seorang istri untuk sujud pada suaminya.” (HR Abu Daud, Al-Hakim, Tirmidzi).
"Kewajiban istri untuk mematuhi dan menghormati suaminya itulah yang membuat marah pada suami menjadi sebuah dosa besar bagi seorang istri." Ucap intan panjang lebar.
"Terus ada lagi gak yang kamu tau tentang hukuman istri marah kepada suami" tanya rasyidz
"Gak ada kak" jawab intan menggelengkan kepala nya.
"Yaudah kamu paham kan sekarang gak boleh marah sama suami oke" ucap rasyidz kepada sang adik
"Iya kak siap "jawab intan ketus
"Awas kalau masih marah biar kak bilang sama Irfan biar dia kasih hukuman buat keponakan " ucap rasyidz menatap adik nya yang sudah mau jadi bar bar ya.
Tak lama Maya datang memanggil keduanya untuk turun.
"Abang kenapa lama bawa turun dek intan?" Tanya Maya pada suaminya.
"Ini adik nakal udah mulai bar bar nya harus segera di hukum oleh suaminya" jawab santai rasyidz
"Kak rasyidz awas saja ngomong macam macam ke suami intan" ucap intan nada marah
"Sayang lihat udah mulai memanggil suami" jawab rasyidz menekan kata SUAMI menatap sang istri tersenyum
"Kak tuh lihat suami kak nyeselin banget"ucap intan mengadu ke kak Maya
"Udah sayang jangan menggodain adik kamu terus" jawab Maya menatap tajam sang suami
"Ha ha ha iya sayang maaf" ucap rasyidz
"Ha ha ha kalau udah ada pawang nya langsung diem" ucap intan mengejek sang kak
"Udah udah jangan pada ribut ayo turun kasihan para tamu menunggu" jawab Maya
Mereka bertiga turun menurunin, tangga dan dibawah sana semua anggota terpesona melihat kecantikan intan begitu cantik malam ini
"Abi lihat tuh menantu kita begitu cantik sakali" ucap ummi Aisyah..
"Iya ummi begitu cantik menatu kita pantes putra mengotot ingin melamar seorang gadis secantik nak intan meskipun sangat bar bar dan begitu ajaib" ucap kyai Ahmad
"Nak kemari hampiri suamimu sini"ucap Abi Abdurrahman
Intan berjalan menghampiri sang Abi.
"Iya Abi" jawab intan
"Ning intan coba menghadap ke suami Ning intan" ucap pak penghulu.
Intan hanya bisa menuruti kata kata pak penghulu. "Mengambil tangan suaminya dan mencium punggung tangan Irfan" intan
"Gus coba kecup kening sang istri dan Elus embun kepala sang istri" ucap penghulu
Irfan berdoa sebelum melakukan nya
“Allahumma baarikli fi ahli wa baarik li-ahli fiyya warzuqhum minni warzuqniy minhum.”
Yang artinya: “Ya Allah ya Tuhan, berkahilah aku dalam permasalahan keluargaku. Berkahilah keluargaku dalam permasalahanku, berilah keluargaku (istri dan keturunan) rezeki dariku, dan berilah aku rezeki dari mereka." Doa ini merupakan hadis riwayat At-Thabrani. Diucapkan Irfan
Sambil mengusap suami dianjurkan berdoa:
“Allahumma inni as-aluka khairaha wa khaira maa jabaltaha alaihi, wa a'udzubika min syarriha wa syarri maa jabaltaha alaihi.”
Artinya: “Ya Allah, aku memohon darimu kebaikan istriku dan kebaikan dari tabiat yang kau simpankan pada dirinya. Dan aku berlindung kepadamu dari keburukan istriku, dan keburukan dari tabiat yang Kau simpankan pada dirinya.” lanjut doa yang diucapkan irfan.