Cerita Tentang Lea

2144 Kata

9 Tahun Yang Lalu Senna kecil yang baru saja mengetahui jika, hidungnya tak lagi dapat mencium bau—terus menangis. Tak bisa menerima keadaannya saat ini. Grace yang ketika itu, tidak bisa menemaninya sepanjang waktu di rumah sakit—membuat Senna semakin depresi. Tidak ada teman curhat. Atau pun seseorang yang bisa menghangatkan dia, hanya dengan pelukan. Namun, Tuhan.. memberinya kemampuan lain. Ia dapat mencium aroma tertentu. Yang hanya tercium di saat tertentu juga. Seperti saat ini. Ia mencium aroma jeruk segar, yang sangat pekat di hidungnya. Senna kecil mengernyitkan dahi. Mengendus-endus di sekitar. Di detik selanjutnya, sebuah asap hitam yang mengepul muncul. Membentuk tubuh manusia kemudian. Senna terbelalak. Dan, berbaring. Berlindung di balik selimut. “Senna.. ibu datang.”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN