Alice
Namaku Alice Angelica, tinggi 160, langsing, rambut lurus sepinggang, mata coklat ,hidung mancung lancip, kulit putih dan bibir yg tipis usia ku 25thn,ya usia yang cukup untuk menikah, aku yatim piatu dan hanya memiliki seorang paman dan bibi di luar kota, aku bekerja di perusahaan terbesar di kota Jakarta, Radiawan corporation, , aku menjabat sebagai sekertaris Mahendra Radiawan pemilik perusahaan itu, beliau akan mengundurkan diri dan akan kembali ke London bersama istrinya untuk menghabiskan masa tuanya disana, posisi CEO yg ditinggalkannya pun akan digantikan oleh anaknya yaitu Calvin Radiawan.
ya Calvin Radiawan CEO super dingin minim senyum dengan aura bossy yg sangat kuat, wajah tampan, hidung mancung,dengan kulit putih, mata hazel yg tajam rambut hitam rapih dan badan yg atletis, sungguh menjadi idaman para wanita dikantornya.
bukan hanya tampan Calvin adalah pria sukses termuda di jakarta bahkan kesuksesannya sampai keluar negeri.
" Alice " Sapa Mahendra yang baru saja tiba didepan mejanya,
"segera kumpulkan semua staf di aula lantai 1, hari ini saya akan memperkenalkan CEO baru kita", alice pun berdiri mengiyakan perintah Mahendra
"denger-denger CEO baru kita super tampan gilaa", ucap Rianty excited pas di telinga Alice
" itukan cuma denger belom liat langsungnya" oceh Alice dengan wajah datar sambil menunggu pengumuman itu..
ya mereka sudah berkumpul untuk penyambutan CEO baru.. tiba-tiba suana hening ketika Mahendra dan Calvin sudah berdiri depan para karyawannya.
" kenalkan ini anak saya Calvin Radiawan,dia akan menggantikan saya sebagai pemimpin di perusahaan ini".. *ucap Mahendra tegas dan penuh kebanggaan.
" what the f**k " Alice kaget dan menegang ketika melihat Calvin Radiawan,
ya Tuhan pria malam itu tenyata Calvin Radiawan, kenapa nasibku begitu sial bertemu pria itu lagi bahkan sekarang dia adalah CEO di tempatku bekerja, apa yang harus aku lakukan, gumam Alice seraya memejamkan matanya.
rianty yang sadar dengan ketegangan Alice pun langsung menegurnya "Alice apa kau baik baik saja? kau kelihatan pucat sekali."
" ya aku baik baik saja, hanya sedikit pusing" jawab Alice sambil memijit pelipisnya.
"apa kau begitu kagum dengan ketampanan CEO baru kita, sampai pucat gitu hahaha" ledek rianty, yg membuat Alice semamakin tak habis pikir kenapa teman nya menjadi bodoh karena melihat wajah tampan seorang Calvin, kalau boleh jujur Calvin memang tampan, sangat tampan bak malaikat walaupun aura dingin nya lebih kuat.. Alice menggeleng kan kepalanya tak percaya dengan apa yang baru saja ia pikirkan..
Alice Bahkan lebih pucat lagi ketika mata hazel Calvin menatapnya intens.
mampus dia melihatku... oh God help me.. !!!
"gotcha, i find you Baby...." batin Calvin sambil menampilkan senyum evil nya.
"setelah susah payah aku mencarimu ternyata kau berada di di dekatku, tunggulah baby aku akan membuat perhitungan karena kau meninggalkan ku begitu saja malam itu "
Calvin tak menyangka akhirnya dia menemukan gadis itu,gadis yang membuat nya gelisah dan terus memikirkannya setiap hari, semalaman bersama gadis itu membuat ia tak bsa melupakannya, sentuhan itu,mata coklat itu,bibir yg manis selalu ia ingat dengan perasaan yg tak bsa di artikan "damn, aku sangat merindukanmu baby " gumam Calvin
tok tok tok
suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Calvin
" ya masuk" terlihat Mahendra masuk diikuti seorang gadis dibelakangnya.
" hai son kenalkan ini alice, dia akan menjadi sekertaris mu mulai sekarang." Alice!" nama yang indah, batin calvin..
Alice langsung memperkenalkan diri dengan degup jantung yg kencang ia begitu gugup..
" selamat siang pak saya Alice " Alice menundukkan wajahnya tak berani menatap mata hazel Calvin yang selalu membuatnya mengingat kejadian malam itu.
Calvin belum menjawab sapaan Alice ia masih menatap wanita itu dari dari atas ke bawah, wajah cantik Alice benar-benar membuatnya terpesona.
"siang, kau boleh kembali ke mejamu " dengan angkuh dan wajah datar.
Alice pun langsung pergi secepat kilat dr ruangan itu.
"Gosh, aku sangat gugup, suara berat pria itu benar-benar mengintimidasi, jantung ku seketika hampir copot, ya tuhan cobaan apa lagi ini, aku harus menghadapi pria dingin itu mulai hari ini, betapa sialnya" gumam Alice prustasi lalu menempelkan kepalanya di atas meja.
"dia cantik right?" tanya Mahendra pada Calvin.
"ya, seperti yang papa liat" jawab Calvin singkat.
"dia sangat profesional, kau akan cocok saat bekerja dengannya" ucap Mahendra bangga.
"kita lihat saja nanti" jawab Calvin
"huh baby kau di kagumi semua orang, aku tak akan membiarkan mu pergi lagi." batin Calvin
" well selamat bekerja son, Oia jangan terlalu kejam pda Alice Dia anak yang baik, pekerja keras dan patuh dia sudah lama sekali bekerja di perusahaan kita" tangan Mahendra menepuk bahu anaknya,lalu pergi dari ruangan itu.
Calvin berdiri menghadap jendela ruangan nya, menatap pemandangan gedung-gedung menjulang tinggi, dan ramai nya jalanan ibu kota, Calvin memang baru merasakan lagi tinggal di Indonesia setelah sebelumnya ia tinggal di Jepang dan mengurus anak cabang perusahaan di sana bahkan bisa di bilang pria itu sangat jarang mengunjungi negara kelahiran ayahnya itu.
Kini ia benar-benar akan tinggal untuk waktu yang lama, Calvin merasa senang, di awal kehadirannya di perusahaan ia bertemu dengan Alice wanita yang selalu membuatnya tak tenang, belum pernah ia merasa seperti itu setelah penghianatan yang di lakukan kekasihnya dulu, ia berubah menjadi pria super dingin terhadap wanita manapun, bahkan ia lebih memilih kerja kerja dan kerja dari pada harus berkencan dengan wanita yang notabennya tak usah ia cari, akan ada banyak wanita yang rela melemparkannya dirinya kepelukan pria tampan nan gagah itu.
Calvin sudah hafal sifat wanita yang hanya menginginkan uang, dan kepuasan batin saja, tapi tidak dengan Alice, wanita itu bahkan kabur saat gairah Mereka sedang memuncak, dan menggunakan trik licik nya agar Calvin percaya akan semua perkataannya yang manis tapi menipu, agar Calvin tak bisa menyentuh nya lebih jauh, dan itu yang membuat Calvin selalu memikirkan nya bahkan ingin sekali bertemu dengan nya lagi.
"aku merindukan mu baby, entah mengapa sejak malam itu aku tak bisa melupakan bayang-bayang mu, kau selalu muncul dalam pikiran dan khayalan ku, aku lega kini kau sudah berada di sekitar ku bahkan di samping ku, sebisa mungkin kau akan kubuat kau tetap berada di sisi ku, aku yakin dengan perasaan ku kali ini, aku benar-benar menginginkan mu Alice Angelica wanita yang sudah mencairkan hati ku yang beku" batin Calvin.