Portland, Oregon, bukanlah kota yang familiar bagi Zac. Kota ini berada jauh di bagian barat Amerika dan hanya memiliki jumlah penduduk yang kurang dari satu juta jiwa. Seumur hidupnya, ia belum pernah ingin, apalagi terpikirkan, untuk pergi ke kota tersebut meskipun Portland terkenal begitu indah dengan kondisi alamnya yang hijau dan ramah lingkungan. Akan tetapi kemarin pagi, di bandara, ketika ia tidak sengaja melihat tayangan televisi, sebuah acara jalan-jalan dan sejenisnya, Zac menyadari bahwa ia ingin pergi ke kota itu. Ia butuh sejenak menjauh dari deru bising kendaraan bermotor dan suara klakson yang bersahutan di jalanan Manhattan. Ia juga butuh untuk menjauh dari keadaan apartemennya yang sunyi dan hampa. Karena itulah, Zac yang baru saja turun dari pesawat, segera memesan tik

