Dua tahun kemudian… “Mooooommm!!!” Bocah kecil berambut pirang dan bermata hijau itu berlari dengan langkah terseok-seok begitu turun dari mobil untuk menyambut Sue yang baru saja keluar dari sekolah. Sue tertawa dan membuka lengannya saat tubuh gemuk anak laki-laki itu semakin mendekat padanya. Ia memeluk anaknya dan mencium pipi montoknya yang kemerahan berkali-kali hingga anak itu terkikik kegelian. “Menikmati jalan-jalanmu, anak muda?” Bocah itu mengangguk. “Lan…lan…ngan ‘cle Ben.” Ben muncul di belakangnya dan mengacak rambut anak itu dengan sayang. “Dia tidak bisa diam seperti capung. Aku rasa dia tidak pernah merasa kelelahan.” Zachary Caiden Cox kini sudah berusia dua tahun. Bukan tanpa alasan Sue menamainya sama dengan nama Zac karena anak itu memang benar-benar duplika

