Elia tampak lebih ceria dibandingkan beberapa hari lalu saat sepupunya datang berkunjung. Libur sekolah sudah berakhir, ini tahun terakhir Elia duduk di bangku Taman Kanak-kanak. Elia itu lahir di tahun yang sama dengan Si Kembar. Jadi mungkin gara-gara satu angkatan, mereka seperti ancaman yang membuat Elia selalu tersaingi, maka dari itu Elia terlihat tidak terlalu akrab dengan Si Kembar. Karena ia merasa otoritasnya jadi berkurang jika ada Si Kembar. “Bunda!!!” teriak Elia dengan wajah semringah, saat pulang sekolah diantar mobil jemputan. Tidak langsung masuk ke rumah, tapi mampir dulu ke klinik tempat Anggi bekerja. “Sayang!!!” balas Anggi yang kebetulan sedang tidak ada pasien. “Lagi apa, Bun?” tanya Elia manja. “Lagi menyapa anak Bunda, wah... wah... hari ini El sudah tidak cemb

