Tidak biasanya ibu-ibu yang menunggu anak-anaknya di sekolah Si Kembar menatap Bu Aan dengan pandangan sedikit aneh seperti itu. Memang cukup membuat sedikit tidak nyaman, apa lagi beberapa ibu memandangi Bu Aan seperti sedang melihat makhluk planet lain. Tidak sepeti biasanya. “Itu… itu… datang!” Mama Arum menyikut Mama Nunik, saat ia melihat Bu Aan tiba di gerbang depan sekolah. “Sssttt!” balas Mama Nunik bersikap seolah-olah biasa saja. Bu Aan mencoba tetap berfikir positif, mungkin mereka habis bertengkar dengan suaminya atau sedang ada masalah keluarga, sehingga wajahnya jadi masam begitu. Saat melewati kerumunan ibu-ibu itu, Bu Aan hanya mengangguk sambil tersenyum, kemudian langsung mengantarkan anak-anaknya ke dalam kelas. Seperti biasa, sesudah pamit dengan Bu Asih dan Si Kemb

