Saat bubar sekolah, tampak Prita sedang dituntun oleh Bu Asih meninggalkan kelas. Bu Aan yang masih berdiri di depan gerbang langsung berjalan mendekat, dan khawatir. Ternyata Prita menangis di kelas. Adiknya, Prihatini lantas mendatangi Bu Aan sambil berlari, lalu mengadu. “Mak, Boneka punya Prita hilang!” kata Prihatini. Tapi sebelum Bu Aan merespon, Bu Asih keburu sampai di hadapan Bu Aan sambil membawa Prita, yang tampak kantung matanya membengkak dan air mata berlinang. “Mama Prita,” sapa Bu Asih sambil tersenyum. “Iya, Bu,” jawab Bu Aan sambil menyimpan banyak tanda tanya di benaknya. “Ini Mam, sebelumnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Mungkin kelalaian saya, jadinya tidak memperhatikan siswa yang keluar masuk kelas, karena kebetulan saya sedang menjaga anak-anak lain di

