Kisah Sedih

1244 Kata

“Barusan kamu bilang apa, Sayang?” muka Andin mulai memerah. Salim langsung ketakutan ketika melihat tampang ibunya yang menyeramkan itu. Ia segera berlari dan sembunyi di belakang Mak Iroh. “Mak Iroh, bisa bicara sebentar?!” ucap Andin. Perasaan Mak Iroh sudah tak enak. “Sebentar, Mak kembali ya! Cep Salim, masuk dulu ke kamar!” perintah Mak Iroh pada Salim. Mak Iroh mengikuti Andin ke ruangan tempatnya biasa “disidang". Setelah Mak Iroh masuk, Andin menutup pintu dengan sedikit dibanting. Mendengar itu Mak Iroh agak memicingkan mata dan menutup telinga karena kaget. Setelah itu ia tertunduk tak berani menatap Andin, ia sudah punya firasat buruk, pasti sesuatu yang salah telah dilakukannya. “Mba, sudah berapa kali saya bilang ke Mba, jangan pernah berusaha merebut anak saya dari saya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN