Bunga untuk Mak Iroh

1283 Kata

“Iya kali ya, Mak. Terus sekarang dia ngapain ke sini, Mak?” “Ya ampun, Ceu. Suka-suka dia lah Ceu, uang-uang dia, kaki-kaki dia, malah bagus pasar bukan cuma punya kelas bawah doang,” jawab Bu Aan geram. “Bukan itu, Mak. Aneh aja, ngapain juga dia nanya-nanya Ceu Sum,” “Iya juga, ya...” “Ngomong-ngomong, emang dia siapa ya, Ceu?” “Lha, Emak, kan dari tadi juga saya nanya,” Pasar memang tak pernah sepi pengunjung, bahkan geliat pasar sudah terjadi sejak dini hari hingga petang. Blok toko milik Mang Eman yang dijaga Bu Tatang dan anaknya relatif stabil, maksudnya tidak ada lonjakan pengunjung signifikan di waktu-waktu tertentu, jadi cukup santai untuk bergosip, mengobrol, dan senda gurau antar pedagang sambil menunggu pembeli datang. Berbeda dengan lapak sayuran, pembeli berbondong-b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN