“Mak... Mak... tunggu!” teriak Bu Aan sambil mengejar Mak Iroh yang tengah menuntun Salim dengan salah satu tangan dan menjinjing kantong belanja di tangan lainnya. Belakangan ini Mak Iroh lebih sering menghindar saat bertemu Bu Aan. Tidak ada alasan pasti kenapa Mak Iroh menghindar dan lebih tertutup. “Mak mau belanja? Boleh berangkat bareng?” tanya Bu Aan khawatir menggagu Mak Iroh. Kebetulan Bu Aan habis pulang mengantar pesanan pembeli, dan berpapasan saat akan masuk ke gerbang pasar. “Iya, mari, Bu!” “Mak, nanti pulang belanja ada waktu?” “Kenapa, Bu?” “Saya ingin bicara sama Emak, tapi gak di pasar kita ke rumah saya,” “Bicara apa, Bu?” tanya Mak Iroh agak khawatir. “Bukan apa-apa sih, Mak, kan Mak Iroh belum pernah berkunjung ke tempat saya kan? Sedangkan saya sudah ke tempa

