Barang-barang mulai di masukan ke dalam bagasi belakang mobil travel berjenis minibus, tidak ada penumpang lain di mobil dropping itu selain mereka, karena sengaja Imam meminta pihak travel mempersiapkan mobil carteran. Mobil travel ini terbilang eksklusif, selain penumpangnya hanya keluarga Imam saja, interior mobil pun didesain berasa sedang berada di dalam Limousine. Semua jendela dibuat dengan model kaca riben, sehingga orang dari luar tidak bisa melihat ke dalam mobil, tetapi penumpang mobil tetap dapat menikmati pemandangan dari luar. Untuk mempercantik tampilan, jendelanya dipasang gorden dengan motif renda yang sangat cantik. Kursi-kursi di dalamnya pun dibuat senyaman mungkin, dengan sandaran busa yang sangat empuk. Di bagian sandaran jok depan, tertempel sebuah meja portabel

