Sepanjang jalan pulang menuju rumah Bu Tatang untuk menjemput anak-anak, Bu Aan hanya berpikir tentang pembicaraannya dengan Andin tadi siang. Seperti sulit dipercaya, jika Mak Iroh mampu melakukan tindakan di luar batasan seperti itu. Tapi jika itu benar, pasti Mak Iroh punya alasannya, karena mustahil orang yang waras melakukan hal serendah itu kepada orang lain tanpa alasan yang jelas. Meskipun sejatinya alasannya benar, tindakan penghinaan dan merendahkan orang lain semacam itu tidak bisa di benarkan. “Neng, ada masalah?” sapa suaminya dari jok depan. “Nggak, Mas,” “Kamu kalau sudah banyak melamun seperti itu pasti ada yang dipikirkan,” balas Pak Sumitro. “Bukan apa-apa, Mas,” “Kasusnya Mak Iroh kemarin itu sudah kelar?” tanya Pak Sumitro menebak bahwa istrinya pasti tengah memiki

