“Kenapa ikutan Bank Emok, Teh? Kalau butuh uang kenapa gak bilang, Eman bisa bantu walau gak banyak, Teh,” Mang Eman menyesal atas keputusan yang diambil Bu Tatang. “Bukan, bukan butuh uang, kasihan saja sama Ceu Romlah, katanya anggotanya masih kurang satu, biar bisa dicairkan pinjamannya,” “Emak sih, kalau apa-apa ngomong dulu makanya,” perasaan kesal Bu Aan yang tempo hari kembali bangkit. Bu Tatang hanya bisa tertunduk. “Jangan-jangan toko Ceu Romlah dan Ceu Euis tutup gara-gara Bank Emok juga?” tanya Mang Eman. “Sepertinya sih begitu, Mang,” Bu Aan memberi respon. “Iya, memang seperti itu,” tiba-tiba Bu Tatang menimpali. Kemudian ia berusaha mengingat lagi beberapa hari sebelum Ceu Romlah menutup tokonya dan menghilang. “Waktu Emak jaga toko, Emak diam-diam perhatikan Ceu Roml

