“Anak-anak, sudah siap?!” seru Bu Aan bersemangat suatu pagi. “Siap... !!!” balas Si Kembar. “Ayo kita berangkat !!!” sambung Bu Aan lagi. “Ayo... !!!” Prihatini dan Prita sangat bersemangat. Pak Sumitro yang sudah menunggu di halaman hanya tersenyum, seperti biasanya mereka akan ke pasar sekalian Pak Sumitro pergi bekerja. Setibanya di Pasar, Bu Aan penasaran, dia langsung melirik lapak di depannya, dan ternyata masih menutup. Tapi hari ini bukan hanya toko Ceu Romlah saja yang menutup, toko sebelahnya pun ikut menutup, itu lapak Ceu Euis. Keanehan pun mulai menyeruak di benak Bu Aan. Pasti ada yang tidak beres, pikirnya. Hari esoknya dan hari berikutnya lapak Ceu Euis tetap menutup. Akhirnya sepulang jaga toko di hari yang ke-3 Bu Aan memulai penyelidikan. “Mas, kita ke rumah Emak

