Mak Iroh ke Pasar

1295 Kata

“Hmm... sudah lama, mungkin sekitar 6 tahunan,” “Wah sudah lama juga, ya,” komentar Bu Aan. “Ya begitulah, Bu. Karena kebutuhan,” “Iya, Mak. Ngomong-omong Mak asal dari mana?” “Bondowoso, Bu. Tapi suami saya orang sini,” “Oalah, nasib kita mirip-mirip ternyata, saya juga suami orang Jawa, Banyuwangi,” “Walah ternyata, gak menyangka,” “Suami Mak kerja juga di Teh Andin?” “Hmm... nggak, saya aja yang kerja di tempat Bu Andin,” jawab Mak Iroh agak ragu. “Suami Mak Iroh kerja di mana?” “Suami saya pengusaha, Bu. Tapi sekarang sudah tidak lagi,” “Kenapa, Mak? Maaf, apa karena bangkrut, Mak?” “Nggak sih, Bu. Suami saya meninggal,” jawab Mak Iroh dengan mimik yang sedih. “Aduh, maaf ya, Mak,” sesal Bu Aan. “Gak apa-apa, Bu. Sudah lama kok,” Mak Iroh tersenyum. Suaminya memang baru m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN