Mak Iroh

1170 Kata

“ya udah, Mak Iroh butuh apa sekarang?” “Itu aja deh, Mak, telur, gula, dan terigu, masing-masing setengah kilo. Kalo beras ada, Mak?” “Ada dong, di sini semua ada tinggal sebut aja! Asal jangan cari sayuran atau daging aja,” gurau bu Tatang. “Mak, Yuyun gak pulang dari Hongkong?” tanya Mak Iroh, seingatnya penjaga yang duku itu adalah Yuyun dah sedang menjadi TKW. “Nggak, Mak, kayanya betah dia di sana,” “Oh, kalau masih muda, saya juga lebih baik jadi TKW, Mak,” celetuk Mak Iroh tiba-tiba. “Lah, kenapa, Mak? Gak betah kerja di rumah Bu Andin itu?” “Bukan juga sih, Mak. Ini hanya pengandaian saja,” jawab Mak Iroh. Tapi dari nada suaranya memang seperti tersimpan suatu perasaan yang cukup dalam, yang tidak bisa ia sampaikan dengan gamblang. “Memang cita-cita Mak Iroh jadi TKW?” ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN